What Can We Do For KTSP?

Oktober 28, 2007 at 8:42 am 2 komentar

Oleh: Imre Nagi (SMAN 1 Padang)

KTSP merupakan kurikulum yang diresmikan untuk mengatasi mandulnya kreativitas guru. Diharapkan setelah adanya KTSP ini guru dapat kreatif dan menemukan inovasi baru dalam proses pengajaran. KTSP sendiri merupakan kurikulum yang dibuat oleh guru berdasarkan Standar Isi dan Standar Kompetensi yang ditetapkan Depdikanas. Masalah yang timbul selanjutnya adalah, apakah KTSP ini akan berhasil dengan jalan melibatkan guru sebagai penyusun kurikulum, sedangkan selama ini pendidikan keguruan di Indonesia tidak melibatkan guru sebagai penyusun kurikulum ? Berapa banyak guru yang aktif dan siap dalam spirit perubahan yang diisyaratkan oleh KTSP ?
Oke,kita tidak perlu menyalahkan guru jika nantinya kurikulum ini tidak berhasil . Yang perlu kita kaji sekarang adalah bagaimana kita sebagai siswa mampu membantu penyusunan dan pelaksanaan KTSP ini. Banyak jalan menuju Roma. Ya !! Banyak cara yang bisa kita lakukan. Salah satunya kita bisa memberikan masukan kepada guru-guru setelah kita mengadakan riset terhadap beberapa siswa mengenai tingkat kejenuhan dalam PBM (Proses Belajar dan Mengajar), bagaimana teknik pengajaran yang menarik menurut siswa, dan yang lebih penting adalah bidang apa yang ingin kita tekuni untuk menghadapi dunia kerja nanti . Semakin banyak terhimpun ide, maka akan lebih mudah untuk menyusun KTSP . Ternyata KTSP menyiratkan budaya demokrasi juga ya ?? ^_~

KTSP menciptakan tamatan-tamatan yang siap pakai. Kurikulum diharapkan dapat menciptakan tamatan-tamatan yang berkompeten dalam bidangnya. Tetapi, sangat disayangkan sekali bahwa kuantitasnya tidak mencapai jumlah yang diinginkan. Analisanya, hal ini disebabkan oleh pemerataan kurikulum di Indonesia. Seperti pada kurikulum sebelumnya, kurikulum di daerah Indonesia terdapat pemerataan. Artinya kurikulum antara satu daerah dan daerah lain sama. Kurikulum Perkotaan sama dengan kurikulum daerah pariwisata,pesisir sama dengan daerah pertanian. Akibatnya kurikulum tidak memberikan skill praktik untuk memanfaatkan potensi dari dalam diri dan lingkungan yang tersedia.

Padahal sebenarnya pendidikan itu tidak hanya pada teori,tapi lebih kepada aplikasinya dalam kehidupan. Maka untuk masalah itu KTSP muncul dengan kelebihan kurikulum yang disusun oleh guru dan sekolah. KTSP memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada sekolah untuk membuat kurikulum yang sesuai dengan sarana dan prasarana yang tersedia. Sehingga diharapkan setelah KTSP terlaksana, akan muncul tamatan-tamatan yang berkompeten dalam bidangnya. Seperti sekolah di daerah pariwisata tadi. Sekolah mungkin bisa lebih memfokuskan pelajaran siswa kepada pelajaran Bahasa Inggris dan Kepariwisataan tanpa mengurangi pelajaran-pelajaran lain. Hasilnya tamatan sekolah tersebut akan lebih siap untuk menghadapi dunia kerja, khususnya dibidang pariwisata

Entry filed under: Coretan. Tags: , , .

KTSP Menguntungkan atau Menyengsarakan?

2 Komentar Add your own

  • 1. Dodik  |  Januari 21, 2008 pukul 2:14 am

    Bisakah saya dikirimi Silabus KTSP Bahasa Inggris Pariwisata SMA

    Balas
  • 2. Ayeshadira Putri  |  Februari 10, 2008 pukul 2:46 pm

    KTSP adalah salah satu indirect way untuk menularkan virus anti-di-telanjangi pemerintah ke dunia pendidikan kita.

    Seperti ketika lebih efektifnya membuka web langsung daripada mengandalkan search engineer.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: