Miris

Mei 4, 2008 at 12:59 pm 4 komentar

Miris banget baca berita di bawah ini. Saya baca dari sebuah bulletin yang di copy teman saya dari sebuah news site. Miris.. sedih.. heran kok ada orang tua yang kayak gini. Tapi ya begitulah, namanya juga hidup. Nggak selamanya berlangsung seperti yang seharusnya. Moga-moga kasus kayak gini nggak pernah terjadi di Padang yah. Jangan sampai! Kasian aja liat Elizabeth, dan khusunya anak-anaknya itu. Bayangkan usi remaja yang harusnya menyenangkan.. nggak kebayang 18 tahun di bawah tanah. Nggak belajar, nggak bergaul. Miris..

__________________________________________________________________

RASANYA tak ada yang melebihi kebejatan dan kesadisan Josef Fritzl. Pria Austria berusia 73 tahun ini menyekap anak perempuannya, Elizabeth Fritzl selama 24 tahun di gudang bawah tanah. Bukan cuma itu, dia juga menghamili putrinya itu hingga membuahkan 7 anak.
Ada pintu tersembunyi di rumah pria itu yang terhubung ke sebuah kamar kecil yang tidak berjendela di ruang bawah tanah. Di ruangan itu ada perlengkapan tidur dan memasak maupun peralatan untuk kebersihan.
“Dia telah mengaku bahwa dia mengurung anak perempuannya selama 24 tahun dan dia merupakan ayah dari 7 anaknya,” kata Franz Polzer, kepala unit investigasi kriminal di Provinsi Lower Austria.
Josef mengaku telah membakar tubuh salah seorang bayi Elizabeth yang meninggal tiga hari setelah dilahirkan. Tubuh bayi itu dilemparkan ke tempat pembakaran sampah di apartemen Josef di Amstetten, Austria timur.Elisabeth menghilang pada tanggal 28 Agustus 1982 pada usia 18 tahun. Menurut kesaksiannya kepada polisi, dia diajak ayahnya ke gudang bawah tanah, dibius dan diborgol sebelum akhirnya disekap.
Selama 24 tahun, Elizabeth dikurung di ruangan tanpa jendela yang tingginya kurang dari 2 meter. Ruangan itu kedap suara. Selama kurun waktu itu, wanita yang kini berusia 42 tahun itu, harus melayani nafsu seks ayahnya. Hubungan incest itu menghasilkan 7 anak, namun seorang anak meninggal tak lama setelah dilahirkan. Dari keenam anak yang hidup, tiga di antaranya ikut dikurung bersama Elizabeth. Ketiganya adalah seorang anak perempuan yang kini berumur 19 tahun dan dua anak laki-laki yang berumur 18 tahun dan 5 tahun.

Sedangkan tiga anak lainnya diasuh oleh Josef dan istrinya, Rosemarie, setelah Josef mengklaim bahwa ketiga anak itu ditaruh begitu saja di pintu apartemen mereka. Josef bahkan memaksa Elizabeth menulis surat yang mengatakan dirinya tak sanggup merawat anak-anak tersebut.

Ibu Elizabeth, Rosemarie mengaku tidak tahu sama sekali penderitaan anak perempuannya itu. Menurutnya, Elizabeth kabur dari rumah pada tahun 1984 dan meninggalkan surat yang isinya meminta orangtuanya tidak mencari dirinya. Kepada para tetangga, Josef mengklaim bahwa Elizabeth meninggalkan rumah untuk mengikuti sebuah sekte.

Kepolisian Austria masih terus menyelidiki bagaimana penyekapan Elizabeth dan anak-anaknya bisa berlangsung begitu lama tanpa seorang pun menaruh curiga. Padahal apartemen Josef Fritzl, ayah bejat tersebut, terletak di pinggir jalan yang ramai di kota kecil Amstetten, Austria timur yang hanya berpenduduk 23 ribu jiwa. “Fritzl berhasil menipu semua orang termasuk istrinya, Rosemarie,” kata Franz Polzer seperti dilansir News.com.au, Selasa (29/4).
Para tetangga pun bergidik ngeri mendengar kasus ini. Mereka sama sekali tak menyangkanya. “Mereka kelihatan normal, sama seperti keluarga lainnya,” kata Guenter Pramreiter, pemilik toko yang terletak di dekat rumah pasangan Josef-Rosemarie.
Dituturkannya, pasangan itu kerap membeli roti di tokonya, meski tidak pernah dalam jumlah besar. “Saya benar-benar terkejut. Mereka tetangga dekat. Ini mengerikan,” cetus pria itu. “Saya berteman baik dengan Nyonya Fritzl. Dia dan suaminya adalah orang-orang yang menyenangkan. Mereka sopan dan sangat baik,” kata seorang tetangga bernama Maria.
Namun ada pula warga yang mencurigai Josef tidak bertindak seorang diri. “Bagaimana mungkin tak seorang pun tahu selama 24 tahun?” tanya Anita Fabian, seorang guru di Kota Amstetten. Pria yang kini berusia 73 tahun itu terancam hukuman penjara 15 tahun jika terbukti bersalah atas tuduhan pemerkosaan. Persidangan dimulai Selasa (29/4) kemarin.
Kalau saja salah seorang anak Elizabeth Fritzl tidak sakit parah, perbuatan biadab Josef Fritzl mungkin tak akan pernah terbongkar. Delapan hari lalu, Kerstin (19), salah satu dari ketiga anak yang ikut dikurung bersama Elizabeth, sakit parah. Gadis itu bahkan tak sadarkan diri. Josef kemudian membawa Kerstin ke rumah sakit.
Namun para dokter tidak bisa memastikan penyakit gadis itu. Mereka kemudian menelepon polisi untuk membantu mencarikan ibu gadis tersebut supaya dia bisa memberitahu sejarah medis Kerstin. Sebelumnya, Josef telah mengatakan kepada para dokter kalau ibu Kerstin adalah Elizabeth yang telah lama kabur dari rumah.
Entah kenapa Josef akhirnya membebaskan Elizabeth dan dua anaknya yang masih dikurung di basement. Namun kepada istrinya, Rosemarie, Josef berdusta bahwa putri mereka, Elizabeth, yang telah lama menghilang akhirnya memilih pulang ke rumah.
Dari sinilah kebiadaban Josef terkuak. Kepada polisi, Elizabeth membeberkan semua penderitaan yang dialaminya selama 24 tahun disekap ayahnya. Awalnya wanita yang kini berusia 42 tahun itu ragu-ragu untuk menceritakan kisahnya.
Namun setelah mendapat kepastian dari polisi bahwa dirinya tak akan pernah lagi bertemu ayahnya, barulah Elizabeth bersedia membeberkan semuanya.
kepolisian saat ini masih memberikan konseling kepada Elizabeth dan enam anaknya. Juru bicara kepolisian mengatakan, tiga anak Elizabeth yang dikurung di basement sama sekali tak pernah melihat cahaya matahari dalam hidup mereka.

Ketiga anak itu diberi pakaian dan makanan oleh Josef, namun mereka tak diizinkan keluar ruangan apalagi ke sekolah. Elizabethlah yang mengajari ketiga anak hasil incest itu membaca, menulis dan berbicara. (bbc/dtc)

___________________________________________________________

Entry filed under: Coretan. Tags: , .

Acara TAMBAHAN Anak ? Tidak se simple itu!

4 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: