Pengabdian Untuk Negeri

Agustus 17, 2008 at 3:19 pm 2 komentar

Oleh: M. Iman Usman

Ketua Komunitas Anak Kritis Indonesia

Hari ini, 63 Tahun Indonesia merdeka, sejak diproklamirkannya kemerdekaan bangsa ini pada 17 Agustus 1945. Besar sebagai sebuah bangsa yang besar, berinteraksi dalam keragaman, dan juga menghadapi sejumlah tantangan. Usia 63 bukan usia yang muda, tapi ternyata belum juga cukup bagi elemen bangsa ini untuk maju selangkah menapaki jalur kemajuan zaman. Usia 63 tahun ternyata belum cukup bagi bangsa yang besar, seperti Indonesia untuk merefleksi diri secara nyata, meskipun refleksi sudah dilakukan setiap tahunnya. Tapi apa guna refleksi, jika tak ada perubahan yang muncul setelah itu.

Sekarang bukan saatnya untuk mengkritisi pemerintah, sebagai elemen yang diamanhkan untuk merepresentasi dan merealisasikan aspirasi rakyat. Tapi sekarang adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan apa yang sudah kita perbuat untuk negeri ini. Waktu silih berganti, tapi demonstrasi terus merebak. Dalih demokrasi diajukan ketika wacana ini diangkat. Pro dan kontra terhadap pemerintah terus merebak, bahkan semakin menjadi-jadi. Sadar atau tidak, bangsa ini telah terpecah. Satu golongan mendukung penuh pemerintah, tapi juga mengintimidasi golongan yang lain yang semakin tertindas. Golongan lainnya justu berkoar menuntut semuanya sesuai yang diinginkan, tapi tanpa disadari apakah golongan ini pernah bertanya “apa yang sudah dilakukan untuk negeri?”

Tak perlu jawaban apakah kita berada di golongan yang mana. Saat ini saatnya kita menjadi SATU bagian. Buat apa sumpah pemuda, jika kita tidak pernah menjadi satu. Buat apa slogan “unity in diversity” yang begitu diagungkan, tapi tak ada yang mau menghargai keragaman. Setiap orang maju dengan golongannya masing-masing, dan akibatnya muncul primordialism.

Teman-teman, sekarang bukan saatnya lagi kita hanya menuntut apa yang kita inginkan. Tapi saatnya untuk menguatkan pondasi bersama yang lain, menjadi satu pondasi yang kokoh, BANGSA INDONESIA. Kita (rakyat) memang elemen bangsa yang berfungsi sebagai kontrol sosial dari apa yang direalisasikan oleh para eksekutif negeri. Kontrol sosial tidak selamanya berupa sanggahan, demonstrasi, atau yang lainnya. Tapi kita juga harus memberikan dukungan pada pemerintah agar bisa mengemban amanah kita. Saatnya kita berpikir optimis, bahwa Indonesia Bisa! Saatnya pula kita berpikir bahwa kita bisa mengabdi untuk negeri. Mengabdi tak harus menyumbangkan emas olimpiade, atau mewakili Indonesia dalam sejumlah perdebatan diplomatik. Tapi, mengabdi untuk negeri juga diwujudkan dengan dedikasi yang tinggi terhadap apa yang kita lakukan, dan loyalitas terhadap bangsa. 63 tahun Indonesia Merdeka, saatnya kita MENGABDI UNTUK NEGERI.

Entry filed under: Coretan. Tags: , , .

Youths as the solution Biodiversity Declining at ‘Unprecedented Rate’

2 Komentar Add your own

  • 1. dusone  |  Maret 17, 2009 pukul 2:51 am

    bagus…
    seharusnya indonesia bisa berbangga punya anak muda seperti kalian ini….

    Balas
  • 2. maximuscruz555@gmail.com  |  Juni 10, 2009 pukul 3:24 pm

    Anak-anak Indonesia mulailah berbuat untuk bangsa ini dari hal kecil, berantas korupsi disegala lini, mari kumandangkan pemberantasan kebodohan dan memerangi kemiskinan, demi rakyat Indonesia yang cerdas dan sejahtera.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d blogger menyukai ini: