Arsip Penulis

Biodiversity Declining at ‘Unprecedented Rate’

by : na6i_dbee

http://www.gapaibintang.wordpress.com

The biodiversity of Earth “is declining at an unprecedented rate” according to a new study of threatened species that labels 15,589 plants and animals as threatened for extinction.

The World Conservation Union today put out its Red List of Threatened Species and a companion study, the Global Species Assessment. It is the most comprehensive evaluation ever made of the status of the world’s biodiversity, officials said.

The list is larger than versions past in part because it includes a more complete assessment of amphibians.

Among the report’s conclusions:

  • At least 15 species have gone extinct in the past 20 years; 12 other species survive only in captivity. The actual extinction figure may be higher.
  • A total of 15,589 species (7,266 animals and 8,323 plants and lichens) are considered at risk of extinction.
  • One in three amphibians and 42 percent of turtles and tortoises are threatened with extinction, along with 12 percent of birds 23 percent of mammals.
  • The numbers of threatened species are increasing across almost all major taxonomic groups;
  • Current extinction rates are at least one hundred to a thousand times higher than background, or “natural” rates.

The findings were unveiled at the 3rd World Conservation Congress.

“This sobering new report should serve as a wake-up call to take immediate action to prevent further species loss,” said Russell Mittermeier, president of Conservation International. “It is not too late to act. But we cannot assume that any conservation activities will automatically prevent extinctions. We need better-funded efforts focused specifically on those animals and plants on the brink of extinction, and on those areas where such species are concentrated.”

September 9, 2008 at 3:10 pm Tinggalkan komentar

Larangan bawa HP !

Pemerintah Kota Padang mengambil sebuah kebijakan untuk melarang siswa  untuk membawa HP. Alasannya karen HP merusak moral siswa, lewat film2 porno , cerita porno, dll. Gurupun merasakan dampak negatif HP ketika pelajaran, yaitu siswa yang asyik bermain ketika pelajaran berlangsung. Sebernarnya larangan ini sudah lama diberlakukan tapi, reaksi siswa biasa-biasa saja, semuanya tetap membawa HP. Tidak ada razia dan kayaknya guru adem-adem aja. Semuanya masih berjalan seperti hari2 biasa. Masih ada MP3, Chat di dalam kelas. Sebenarnya apa yang perlu dikoreksi dari program pemerintah ini ? ?

Program pemerintah itu positif. Namun, apakah itu bisa diterima dalam masyarakat yang telah terbiasa oleh pemanfaatan teknologi seperti HP, internet, dll. Saya rasa tidak, karena untuk merubah kebiasaan harus ada sebuah motivator yang sangat berarti. Tapi, apkah ada motivasi yang diberikan oleh pemerintah untuk siswa ? ?

Tenang, selain memotivasi masih ada satu jalan yang terpikirkan langsung oleh pemda ketika mencanangkan program ini. Yaitu RAZIA !! Lewat razia, penggunaan HP akan berkurang karena akan ada kecemasan dari siswa. Tapi, kalu disekolah saya, setiap ada razia, pasti akan ada yang kabur atau sembunyi. akibatnya,j ika razia dilakukan secara terus menerus tanpa ada motivasi yang positif, mental pengecut akan terbentuk dalam jiwa siswa. Apakah generasi di masa depan akan menjadi generasi pengecut yang tidak mampu menerima konsekuensi dari perbuatannya sendiri ? Mari kita renungi bersama. . .

beechild@sindotechno.com

Juni 10, 2008 at 10:36 am 2 komentar