Arsip Penulis

Stand Up With The Children

Temukan Lebih Banyak Foto di sini
Komunitas Anak Kritis Indonesia (KAKI) pada tanggal 17 dan 18 Oktober lalu ikut berpartisipasi dalam kegiatan SUTA (Stand Up and Take Action Campaign). Stand Up Campaign atau Kampanye BANGKIT adalah prakarsa yang dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat luas untuk bersama – sama berdiri menyatakan komitmen dan dukungan konkret bagi penanggulangan kemiskinan.

Kampanye BANGKIT DAN BERAKSI dilakukan untuk mengingatkan pemerintah akan janji pemerintah untuk sungguh-sungguh mengerahkan semua upaya dan sumberdaya guna menanggulangi kemiskinan, melalui perbuatan konkret masyarakat secara luas. Janji tersebut dinyatakan oleh 189 Kepala Negara dan Pemerintahan termasuk Indonesia pada tahun 2000 melalui Deklarasi Milenium pada Pertemuan Tingkat Tinggi di markas besar PBB New York. Janji pemimpin tersebut juga merupakan komitmen yang diikrarkan bagi rakyatnya masing-masing, yang tertuang dalam Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals, (MDGs). Hingga kini, baik negara maju maupun negara berkembang masih perlu didorong untuk memenuhi komitmen tersebut.

KAKI sebagai salah satu komunitas anak yang peduli terhadap permasalahan-permasalah global mengangkat Stand Up Campaign di 2 tempat pada tahun ini. Yaitu di SMA N 1 Padang dan SMA N 1 Pariaman. Kegiatan yang berlangsung di 2 tempat ini hampir sama formatnya. Kegiatan meliputi pengumpulan testimonial dari anak-anak tentang kemiskinan dan harapannya kepada pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Selain itu juga ada kegiatan drawing action, di mana siswa-siswa dapat memvisualisasikan komentar dan harapannya dalam media gambar tentang 8 isu MDGs. Pada 2 hari pelaksanaan, juga dikumpulkan tanda tangan dukungan pencapaian MDGs, dan aksi bangkit saat menyatakan “Stand Up” dalam pencapaian MDGs.

Pada kegiatan ini terkumpul 640 testimonial dari anak-anak, 200 tanda tangan dan 65 gambar dukungan pencapaian MDGs. “Kampanye stand up and take action adalah momentum global yang penting, dimana jumlah massa terbesar dari seluruh dunia akan terbentuk sebagai wujud pernyataan , dukungan dan perbuatan konkrit global terhadap penanggulangan kemiskinan dan pencapaian MDG. Anak-anak perlu tahu dan juga ikut terlibat dalam usaha pencapaian MDGs”, ujar M. Iman Usman (Ketua KAKI), yang baru saja menerima Penghargaan Pemimpin Muda Indonesia 2008.

KAKI sebagai suatu komunitas anak yang kritis terhadap isu-isu global, khusunya yang menyangkut pelaksanaan hak anak, sebelumnya juga sudah mengadakan beberapa kegiatan dalam usaha sosialisasi dan  pencapaian MDGs. Diantaranya, MDGs Courses, Project Collaborative bersama Portugal, dll.

Iklan

Oktober 23, 2008 at 12:51 pm 1 komentar

Tugas 1 – KAKI’s APPRENTICE

untuk download postingan ini di sini

TUGAS KELOMPOK:

ANALISA KASUS

Analisalah sebuah masalah yang paling krusial yang sedang dialami oleh remaja saat ini. Peserta dapat memilih topic permasalah social remaja dalam konteks: pendidikan, social, budaya, ekonomi, kemasyarakatan, ataupun lingkungan hidup, dan kaitkan permasalahan tersebut dengan salah satu dari point hak anak.

Berdasarkan analisa masalah tersebut (minimal 1 halaman kuarto, spasi 1), buatlah sebuah rekomendasi yang berisikan point-point harapan atau solusi anda terhadap penyelesaian masalah tersebut. Rekomendasi tersebut harus disertai dengan tanda tangan dukungan para remaja lainnya terhadap rekomendasi anda. Semakin banyak dukungan terhadap rekomendasi anda, mengindikasikan semakin banyak orang yang mendukung anda. Dukungan juga dapat berupa rekaman suara/ video testimonial, gambar, dll. Buatlah sekreatif mungkin. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok, dengan pembagian:

Kota Padang

KELOMPOK 1: Lousiana ] Vekky Tria N ] Chika Asdiana

KELOMPOK 2: Fildzah Amalia ] Fauzan Zalasyani ] Hardian Prakasa

KELOMPOK 3: IMRE NAGI ] EVELYND ] FARA NABILA ]

Luar Kota Padang

KELOMPOK 4: Fery Sandria ] Novi Rista A ] Guspianti Nurmelia S

KELOMPOK 5: Anggun Yuliana P ] Feny Wahyuni ] Melisa Rahmadini ] Weni Adzkia (Pdg Panjang)

TUGAS Dikirim ke email KAKI (anakkritis@yahoo.com ), selambat lambatnya 15 Oktober 2008 (dengan subject : PROFIL APPRENTICE). Dikirimkan oleh salah satu anggota kelompok.

TUGAS INDIVIDU:

Buatlah sebuah profil singkat mengenai diri anda, dilengkapi dengan foto close-up. Profil harus menampilkan sejarah pendidikan, prestasi, serta pengalaman organisasi yang anda miliki. Area target posisi yang diinginkan (contoh: ketua, sekretaris), alasan, dan kenapa anda bergabung dengan KAKI? Profil tersebut maksimal 1 halaman kuarto (times new roman, font size 12, spasi 1). Dikirim ke email KAKI (anakkritis@yahoo.com ), selambat lambatnya 15 Oktober 2008 (dengan subject : PROFIL APPRENTICE)

Kemudian setiap peserta (individu) menjawab pertanyaan ini melalui email:

1. Kenapa anda memilih permasalahan tersebut?

2. Siapa yang mengusulkan ide tersebut? dan apa usulan anda sebelumnya?

3. Apa kontribusi anda terhadap kerja kelompok ini?

4. Siapa yang paling berkontribusi dalam kelompok ini? Kenapa? Jelaskan!

5. Menurut anda, apa pelajaran yang dapat diambil dan manfaat dari kegiatan Tugas 1?

6. Saran serta kritiknya!

Pertanyaan tersebut Dikirim ke email KAKI (anakkritis@yahoo.com ), selambat lambatnya 15 Oktober 2008 (dengan subject : JAWABAN INDIVIDU)

Oktober 7, 2008 at 1:23 pm Tinggalkan komentar

KAKI’s APPRENTICE


download disini

Selama 19 hari, anda akan menjalani “KAKI’s APPRENTICE”.

KAKI’s APPRENTICE merupakan sebuah capacity building yang dipersiapkan khusus kepada calon-calon pengurus inti KAKI yang baru. Posisi yang akan diperebutkan meliputi:

Ketua Umum , Ketua 1, Sekretaris Umum, Sekretaris 1, Bendahara Umum, Bendahara 1,

Ketua Divisi KomInfo, Ketua Divisi Seni dan Sastra, Ketua Divisi Global Issue, Ketua Divisi Tabulasi Data

Peserta akan melakukan beberapa tasks (tugas) untuk mencapai kelayakan sebagai pengurus KAKI. Topik yang akan dibahas adalah mengenai HAK ANAK, Millenium Development Goals (MDG), Social Issue.

Untuk mencapai tiga topic bahasan tersebut, peserta akan melalui beberapa tahapan:

1. Analisis Masalah

2. Mempelajari Lingkungan

3. Project Development

4. Capacity Building

Tugas berupa:

1. Peserta akan mempelajari apa masalah yang paling krusial yang sedang dialami oleh remaja saat ini. Peserta dapat memilih topic permasalah social dalam konteks pendidikan, social, budaya, ekonomi, kemasyarakatan, ataupun lingkungan hidup, dan kaitkan permasalahan tersebut dengan salah satu dari point hak anak. Selanjutnya, peserta diharapkan membuat sebuah pledge/ rekomendasi pandangannya terhadap permasalahan tersebut. Rekomendasi bersifat general yang diajukan untuk masyarakat umum. Rekomendasi disertai dengan dukungan dari remaja lainnya. (Dukungan dapat diwujudkan dalam bentuk pengumpulan tanda tangan, rekaman suara, video, dll). Tugas dikerjakan berkelompok

2. Peserta kelas 2 ataupun yang sudah pernah mengikuti MDGs Courses akan menjadi trainer/ fasilitator dalam MDGs Courses SMAN 1 Padang yang akan diadakan di SMAN 1 Padang pada 18 Oktober 2008. Sedangkan peserta kelas 1, akan bertindak sebagai ketua kelompok pada kelompok yang berpartisipasi dalam MDGs Courses.

3. Pada tanggal 18 Oktober, seluruh peserta juga akan mengikuti games interaktif yang menguji kapasitas Leadership, Team Work, dan Kreatifitas (minimal akan ada 3 games)

4. Peserta yang dinyatakan layak maju ke tahap 2 (seleksi beradasarkan passing grade / kelayakan), diumumkan pada 19 Oktober, akan maju pada sesi “Project Development”. Project Development merupakan sebuah tahap di mana peserta selama maksimal selama 5 hari (sampai tanggal 24 Oktober 2008) akan membuat sebuah rancangan kerja selama 1 tahun (pada area kerja yang diinginkan, misalnya: ketua), dan mengusulkan sebuah project/ kegiatan yang belum pernah diaplikasikan oleh KAKI (boleh mengusulkan yang sudah ada, tapi harus ada inovasi atau pengembangan di dalamnya). Usulan tersebut berupa summary singkat mengenai kegiatan, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diminta (pertanyaan menyusul). Project diharapkan dapat memenuhi konsep SMART.

SMART artinya Sustainable (berkelanjutan / punya long impact), Measurable (standar kesuksesannya dapat diukur), Realistic (Realistis, artinya dapat diaplikasikan oleh kaum muda), dan Tentative (waktunya dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada, dan bersifat flexible)

Tahapan KAKI’s apprentice meliputi:

1. Briefing : 7-8 Oktober 2008 (Online dan Offline)

2. Informasi Detail mengenai Tugas 1 melalui web blog KAKI (www.anakkritis.wordpress.com) : 8 Oktober

3. Batas Pengumpulan Tugas 1 : 15 Oktober 2008, jam 22.00 WIB melalui email KAKI ( anakkritis@yahoo.com , dengan subject : TUGAS 1 KAKI’s apprentice , disertai nama, dan nomor contact)

4. Informasi Detail mengenai Tugas 2 melalui web blog KAKI (www.anakkritis.wordpress.com) : 10 Oktober

5. Batas pengumpulan rancangan Tugas 2 : 15 Oktober 2008

6. Aplikasi tugas 2 (MDGs Courses) : 18 Oktober 2008

7. Aplikasi tugas 3 (Games) : 18 Oktober 2008

8. Informasi Detail mengenai Tugas 4 (Project Development) : 19 Oktober (Online di web blog KAKI dan Offline)

9. Batas pengumpulan tugas 4: 24 Oktober 2008 , jam 22.00 melalui email KAKI ( anakkritis@yahoo.com , dengan subject : TUGAS 4 KAKI’s apprentice , disertai nama, dan nomor contact)

10. 26 Oktober (Tentatif): Pelantikan kepengurusan baru.

ASPEK YANG AKAN DINILAI:

1. Loyalitas : 20%

2. Leadership dan Inovasi: 30%

3. Team Work : 20%

4. Life Skills, meliputi: 30%

Kreatifitas, Kecekatan, Komunikasi, dll.

Yang menilai? KAMI PARA PENGURUS KAKI, dan ANDA SENDIRI.

KAKI’s APPRENTICE bukan membuat anda susah, ataupun menambah pekerjaan anda. Tapi lebih dari itu, anda akan belajar sesuatu yang baru. Sesuatu yang akan membuat anda lebih baik di masa depan.

More info, questions: IMAN – 081363389365 – ini_iman@yahoo.com (email), imanusman@yahoo.com (Yahoo Messanger). ONLINE SETIAP HARI. HP AKTIF 24 JAM. No Missed Call.

Kalo pertanyaan panjang, dan membutuhkan penjelasan panjang, lebih baik TELPON, atau KIRIM EMAIL. HEHEHE.

Oktober 7, 2008 at 12:58 pm Tinggalkan komentar

Pengabdian Untuk Negeri

Oleh: M. Iman Usman

Ketua Komunitas Anak Kritis Indonesia

Hari ini, 63 Tahun Indonesia merdeka, sejak diproklamirkannya kemerdekaan bangsa ini pada 17 Agustus 1945. Besar sebagai sebuah bangsa yang besar, berinteraksi dalam keragaman, dan juga menghadapi sejumlah tantangan. Usia 63 bukan usia yang muda, tapi ternyata belum juga cukup bagi elemen bangsa ini untuk maju selangkah menapaki jalur kemajuan zaman. Usia 63 tahun ternyata belum cukup bagi bangsa yang besar, seperti Indonesia untuk merefleksi diri secara nyata, meskipun refleksi sudah dilakukan setiap tahunnya. Tapi apa guna refleksi, jika tak ada perubahan yang muncul setelah itu.

Sekarang bukan saatnya untuk mengkritisi pemerintah, sebagai elemen yang diamanhkan untuk merepresentasi dan merealisasikan aspirasi rakyat. Tapi sekarang adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan apa yang sudah kita perbuat untuk negeri ini. Waktu silih berganti, tapi demonstrasi terus merebak. Dalih demokrasi diajukan ketika wacana ini diangkat. Pro dan kontra terhadap pemerintah terus merebak, bahkan semakin menjadi-jadi. Sadar atau tidak, bangsa ini telah terpecah. Satu golongan mendukung penuh pemerintah, tapi juga mengintimidasi golongan yang lain yang semakin tertindas. Golongan lainnya justu berkoar menuntut semuanya sesuai yang diinginkan, tapi tanpa disadari apakah golongan ini pernah bertanya “apa yang sudah dilakukan untuk negeri?”

Tak perlu jawaban apakah kita berada di golongan yang mana. Saat ini saatnya kita menjadi SATU bagian. Buat apa sumpah pemuda, jika kita tidak pernah menjadi satu. Buat apa slogan “unity in diversity” yang begitu diagungkan, tapi tak ada yang mau menghargai keragaman. Setiap orang maju dengan golongannya masing-masing, dan akibatnya muncul primordialism.

Teman-teman, sekarang bukan saatnya lagi kita hanya menuntut apa yang kita inginkan. Tapi saatnya untuk menguatkan pondasi bersama yang lain, menjadi satu pondasi yang kokoh, BANGSA INDONESIA. Kita (rakyat) memang elemen bangsa yang berfungsi sebagai kontrol sosial dari apa yang direalisasikan oleh para eksekutif negeri. Kontrol sosial tidak selamanya berupa sanggahan, demonstrasi, atau yang lainnya. Tapi kita juga harus memberikan dukungan pada pemerintah agar bisa mengemban amanah kita. Saatnya kita berpikir optimis, bahwa Indonesia Bisa! Saatnya pula kita berpikir bahwa kita bisa mengabdi untuk negeri. Mengabdi tak harus menyumbangkan emas olimpiade, atau mewakili Indonesia dalam sejumlah perdebatan diplomatik. Tapi, mengabdi untuk negeri juga diwujudkan dengan dedikasi yang tinggi terhadap apa yang kita lakukan, dan loyalitas terhadap bangsa. 63 tahun Indonesia Merdeka, saatnya kita MENGABDI UNTUK NEGERI.

Agustus 17, 2008 at 3:19 pm 2 komentar

Youths as the solution

By: Dodi Prananda

Many of us, even if our campus religious fellowships don’t involve high school students or younger children, come into contact regularly with them at our congregations, or through activities like tutoring, or caring for younger siblings; perhaps some of us even have children of our own. As we think about engaging our campuses, our neighborhoods, and our religious communities to take action against global warming, then, we might want to keep in mind that we not only need to educate and change the habits of ourselves and those older than us, but we also need to help teach the next generation to do so as well. Unfortunate as it may be, today’s youth are the ones who will be dealing with global warming in very tangible ways as soon as they are adults; hence teaching them about the situation sooner rather than later may not be a bad idea.

So for those of you involved in youth education, or interested in teaching youth in your congregation about global warming and possibly involving them in the Day of Prayer, you might want to check out the new youth edition of the companion guide to An Inconvenient Truth coming out April 10th. Designed for youth in grades 5-8, it’s quite a bit slimmer than the original volume but still contains many of the striking images and the key information about global warming. My guess is getting a 6th-grader to check out some of these photos may be a much easier task than getting them to sit and watch Al Gore for a couple hours. For other educational materials, you can also check out StopGlobalWarming’s classroom resources, which features a “Take Action” sheet with ideas for changes that students can encourage their families to make at home.

Save the Earth

Baby steps are the key to big change. There are lots of little ways to make a difference. Change the incandescent light bulbs in your home to compact fluorescent bulbs; ride your bike, carpool with friends or take public transit to school and work; shut off and unplug electrical equipment when it’s not being used are all ways to save energy and money. Need more ideas?

* Get educated! How much do you know about global warming? For a quick primer, check out Al Gore’s An Inconvenient Truth (the book or movie), The Live Earth Global Warming Survival Handbook by David de Rothschild or the many other books available at the Chicago Public Library.

* Get involved! There are lots of ways to make a difference in your community, from writing to local politicians to just organizing the teens in your neighborhood and talking about living a more sustainable lifestyle.

* Get empowered! Many of our day-to-day activities have a major impact on this planet we call Earth and some of the effects are as yet unknown. There is so much more to learn about our planet.

Check out some of the resources below for information about the climate crisis, going green and other ways you can save the planet.

Agustus 15, 2008 at 11:05 am 9 komentar

Youth and Global Warming

By: Meranti Shorea F

Nowdays.. global warming is a hot issue for us.. is that a issue…?? No..!! it’s a fact, so you think that fact isn’t necessary to discussed and solve the problem…?? It’s really important to discuss.. So what is the relationship between youth and global warming..?? Do you think youth is only as a person who became an adult person and find who he/she is…?? No.., now youth is a problem for our world.

 

I am a youth.. and I am finding who I am.. and I have to get better.. I don’t want to be a bad boy I want to be a youth who usefull for my country and my world.and I can see, I can heard that youth in Indonesia were a bad person, why..?? because now some youngster sure bad condition is “cool”…such as throw their rubbish on the way, paint the government building with some bad word, smoking, clubbing, turn on lamp all day, change their exaust system to be a racing one and make a noise with those muffler, use air conditioner to much, and refrigerator effect.

 

So, youth is one of the big factor of global warming.. they didn’t know that global warming is the end of the world, because we know that if we use AC(Air Conditioner) it has a big effect, AC produce CFC(cloroflourcarbon), it can break the ozone ang if the ozone broken, Ultra Violet fro the sun can’t be filtered, so earth became hot,and will raise the high temperature, we know earth has 2 place where there so much ice there that’s north pole and south pole. So, if the earth became hot, the ice will be melting and happen a big disaster that’s the big “flood”.

 

Now, can conclude that youth make our world become hot and make a big disaster. So,  what we have to do..?? We have to controll our AC and refrigerator using in our home, office, school, public facility and anywhere we are. we are the next generation so our earth’s fate is  on our hand, it can be damage, or keep has the life on it..?? it’s on your hand friend.. stop global warming, simple life is better!!!…remember that.

Agustus 15, 2008 at 11:02 am 2 komentar

We Can Avoid Global Warming

Do you know about climate change? Yes, it was caused by global warming, and do you know that Indonesia get into list of Guinness World of Record and have a predicate as The Fastest Forest Destroyer? What will surely work is to cut down forests, not burn the wood and replant the forests with fast growing trees. When these trees reach a size at which their growth slows, they would be cut again. Back in the carboniferous era, trees fell into swamps which evidently provided a reducing environment. The oxygen and hydrogen in the wood were re-emitted into the atmosphere, and the carbon became coal. This process will work for us too (to reduce CO2 (it takes too long to make coal) if it proves necessary.

You not only save MONEY by following these simple tasks but also can contribute to the society by reducing CO2 emissions.

Switch off that Computer when you are not using it.

Switch off that T.V. when you are not seeing it.

Switch off that fan when no one is in the room.

Switch off that light, stereos, and other electricity appliances. Do you know if properly insulated you can cut your power bills by up to 50% .

Switch off your radiators, turn down your air conditioners before opening your windows. When you sleep, don’t adjust your air conditioners too cool. With up our air conditioners’ temperature two degree everyday, we can reduce CO2 emissions until one ton every year!

Change your lamp with compact fluorescent light, this light more preserve than the other lights, economical the energy more than 60% and 70% fewer produce heat.

As far as possible use less of hot water. Some do take cold bath. You can save energy here. Wash clothes in cold water, instead of hot water.

Walking and cycling is a good exercise for your body. So avoid automobiles if you can. Trains and buses is not only a cheaper mode of transport, it also burns less fuel per capita than cars and PLANES. Reducing speed and air conditioning cuts car fuel consumption and your hard earned money.

Try to buy fruits, vegetables and other items nearby to your house rather than traveling to the market in automobiles. Carry items in one baggage rather than doing excess of packaging each item. By not packing every item you save plastic and cardboard. Imagine, if in one day we can reduce to use two plastics, it means in one year more than 500 plastic we can reduce.

Start from a little thing in our day activity. Even tough just a little thing, but if everyone do the same things will help our earth even more our grandchildren too! Stop global warming! Save our planet, love our planet, because this is our home, our source of life. It’s not a time for talk but for do! Start from your self, start from a little thing, and start from right now.

Agustus 15, 2008 at 10:59 am Tinggalkan komentar